Suasana di Selat Hormuz kembali tegang. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan telah menyerang kapal tanker minyak berbendera Togo yang bernama Trend, karena dinilai berupaya melintas secara ilegal. Akibat serangan tersebut, kapal mengalami kebakaran dan terhenti.
Berdasarkan keterangan IRGC yang dilansir media internasional, kapal tersebut dituding terprovokasi serta tertipu oleh pihak Amerika Serikat. Pihak Iran juga menegaskan bahwa tindakan melintas tanpa izin di selat itu hanya akan membawa kehancuran bagi kapal. Di sisi lain, UKMTO sempat melaporkan adanya insiden keamanan yang berlokasi sekitar 16 mil laut di timur laut Khasab, Oman. Para kru dipastikan selamat dan belum ada kepastian mengenai dampak terhadap lingkungan.
Urgensi situasi ini terletak pada peran Selat Hormuz sebagai jalur vital tempat sebagian besar pasokan minyak global mengalir. Mulai memanasnya konflik Iran sejak Februari lalu membuat Teheran menguasai selat ini serta menargetkan kapal-kapal yang keluar dari jalur ketetapan mereka, yang sempat membuat arus pelayaran merosot tajam. Apabila konflik terus berlanjut, lonjakan harga minyak serta ongkos pengiriman berpotensi terjadi.
Saat ini, publik internasional masih menantikan verifikasi independen guna memastikan apakah kapal yang dilaporkan oleh UKMTO benar-benar merupakan Trend, tingkat kerusakan yang terjadi, serta apakah peristiwa ini menandakan konflik masih belum akan usai.
Sumber: Reuters | Iran’s IRGC says it struck Togo-flagged tanker in Strait of Hormuz | Reuters | 18 September 2026 | ilustrasi AI

Leave a comment