Temuan mengejutkan dari Ombudsman RI nih. Saat melakukan sidak mendadak ke Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Rabu (23/9/2026), anggota Ombudsman Syafrida R Rasahan dan Fikri Yasin sempat ditolak masuk oleh petugas. Mereka menunggu hampir setengah jam di resepsionis, lalu memutuskan duduk di kantin. Dari situ, mereka lihat pagar kayu sekitar 100 meter.
Setelah masuk, ternyata di balik pagar itu ada deretan bangunan mirip homestay dan bahkan menyerupai vila. Ada yang dindingnya seng biru, ada yang seperti klaster perumahan mewah. Di dalamnya lengkap: sofa, kulkas, televisi, meja makan. Yang bikin kaget, di dalam kulkas ada botol-botol minuman keras.
Bangunan itu dihuni warga binaan. Beberapa sempat mencoba bersembunyi ke kamar saat tahu rombongan Ombudsman datang. Petugas bilang itu “rumah asimilasi”, tapi Ombudsman menduga kuat ada fasilitas khusus untuk sebagian narapidana.
Bukan cuma itu. Di area yang sama ada parkir mobil mewah, fasilitas gym, kolam, bahkan simulator golf yang sedang dibangun. Akses keluar-masuk juga terasa longgar karena dekat TPS tanpa pagar memadai.
Ombudsman meminta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan segera evaluasi menyeluruh. Pihak Ditjenpas sudah membentuk tim dan sedang mendalami temuan ini.
Semoga ini jadi momentum perbaikan sistem pemasyarakatan biar lebih adil dan transparan ya.
Sumber: Kompas | Sempat Ditolak Sidak, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Mewah hingga Miras di Lapas Cibinong | Nino Citra Anugrahanto | 24 September 2026 | Ilustrasi AI

Leave a comment