Pemkab Kediri Adakan Simulasi Evakuasi Guna Siaga Hadapi Potensi Erupsi Gunung Kelud

BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan gladi lapang sebagai bentuk kesiapan dalam mengantisipasi bencana erupsi Gunung Kelud.

Acara yang berlangsung di Wisata Exotic Park, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar pada hari Kamis (8/10) ini bertujuan agar semua pihak benar-benar siap apabila sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Latihan lapangan tersebut menguji ketrampilan petugas serta warga dalam menghadapi bermacam situasi ketika erupsi terjadi. Simulasi dirancang semirip mungkin dengan keadaan aslinya supaya setiap elemen mengerti tindakan yang perlu diambil.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana lewat sambutan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa menerangkan bahwa dampak serta risiko bencana bisa diminimalkan lewat persiapan yang optimal.

“Bencana adalah kepastian alam yang tidak bisa kita hentikan, tetapi jumlah korban dan besarnya kerugian adalah variabel yang bisa kita tekan apabila kita memiliki kesiapsiagaan yang matang,” katanya.

Rangkaian simulasi berawal dari status waspada yang diisi penyebaran info serta pengecekan kesiapan warga. Begitu status naik ke tingkat siaga, posko diaktifkan dan persiapan evakuasi mulai berjalan.

Pada saat status berubah menjadi awas, peringatan dini disebarkan memakai sirene, kentongan, pengeras suara, serta grup komunikasi warga. Masyarakat lalu diarahkan ke titik kumpul serta tempat evakuasi sementara dengan memberi prioritas kepada kelompok rentan.

Pada area pengungsian, latihan diteruskan dengan kegiatan dapur umum, layanan kesehatan, pertolongan pertama, penyediaan air bersih dan sanitasi, dukungan psikososial, serta penanganan warga terdampak abu vulkanik.

“Harapannya, ketika hari ini sudah siap dan paham, kalaupun nanti ada kejadian, kita bisa meminimalisir korban dan kerugian,” ujar Mbak Dewi.

Wilayah Desa Sempu memiliki sebanyak 21 titik kumpul yang masuk dalam rancangan evakuasi. Seterusnya, Desa Segaran dan Desa Pojok turut disertakan sebagai wilayah penyangga.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Ariyanto menerangkan bahwa tiap unsur melaksanakan peran berdasarkan bidang operasinya masing-masing, mulai dari evakuasi korban sampai penyediaan layanan di tempat pengungsian.

“Personel yang terlibat berasal dari unsur OPD, TNI, Polri, PMI, tim relawan dan masyarakat,” jelasnya.