Langkah tegas langsung diambil oleh Ditjenpas.
Ada 313 narapidana berisiko tinggi yang berasal dari lima wilayah digeser ke lapas di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Di antara rombongan tersebut, terdapat para napi dari Rutan Kelas I Depok yang sempat bikin gempar lantaran kedapatan pesta narkoba di kamar hunian mereka.
Proses pemindahan ini berlangsung serentak pada Rabu (7/10/2026) dini hari menggunakan jalur darat serta pengawalan yang ketat. Ratusan napi ini datang dari Sumatera Selatan sebanyak 39 orang, Lampung 47 orang, Jakarta 57 orang, Jawa Barat 125 orang, serta Jawa Timur 45 orang. Direktur Pengamanan dan Intelijen Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan usaha untuk memperketat sistem pengamanan serta pembinaan bagi warga binaan kategori risiko tinggi dan pernah melakukan pelanggaran.
Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, para napi Rutan Depok yang videonya sempat viral itu dinyatakan positif mengonsumsi amphetamine dan methamphetamine. Sebelumnya, rekaman video aksi mereka berjoget ria sembari pesta barang haram sempat viral di media sosial. Pihak kepolisian pun sudah melakukan penggeledahan di rutan tersebut dan mencurigai adanya keterlibatan pegawai dalam memasok barang terlarang.
Kendati demikian, sebanyak 38 warga binaan Rutan Depok yang masih berstatus sebagai tahanan tidak ikut disertakan dalam pemindahan ini.
Semoga langkah ini bikin efek jera dan keamanan lapas lebih baik ya.
Sumber: detikNews | Napi Viral Pesta Narkoba di Rutan Depok Dipindah ke Lapas Nusakambangan | Haris Fadhil | 7 Oktober 2026 | ilustrasi AI

Leave a comment